Peer Review Process
1. Tahap Evaluasi Awal (Initial Evaluation of Manuscripts)
Tahap pertama dalam proses editorial adalah evaluasi awal terhadap naskah yang diterima. Pada tahap ini, editor akan melakukan pemeriksaan pertama terhadap naskah yang dikirimkan untuk memastikan kesesuaian naskah dengan beberapa kriteria yaitu:
Kesesuaian fokus dan ruang lingkup (focus and scope)
Artikel yang diajukan harus relevan dengan fokus dan ruang lingkup (focus and scope) jurnal. Jika naskah tersebut tidak memenuhi kriteria ini, maka naskah akan langsung ditolak.
Orisinalitas
Artikel yang sudah pernah dipublikasikan sebelumnya atau memiliki tingkat plagiarisme yang tinggi akan ditolak pada tahap ini. Editor akan memeriksa naskah menggunakan perangkat lunak deteksi plagiarisme untuk memastikan bahwa naskah yang diterima memiliki kontribusi ilmiah yang baru dan orisinal.
Kesesuaian pedoman penulisan
Naskah yang tidak memenuhi pedoman penulisan seperti kesesuaian template dan pedoman sitasi juga akan ditolak pada tahap ini.
2. Tahap Penilaian Sejawat (Peer Review Process)
Setelah lulus evaluasi awal, naskah akan masuk ke tahap peer review. Pada tahapan ini, naskah yang diterima akan ditinjau oleh dua hingga tiga reviewer yang ahli di bidangnya. Proses review ini dilakukan dengan metode double-blind peer review, yang berarti:
Double-Blind
Baik penulis maupun reviewer tidak mengetahui identitas satu sama lain. Ini memastikan bahwa penilaian dilakukan secara objektif, tanpa adanya bias berdasarkan afiliasi atau status penulis
Tugas Reviewer
Reviewer bertugas untuk mengevaluasi kualitas ilmiah naskah, termasuk kontribusinya terhadap bidang ilmu yang relevan, kelayakan metodologi yang digunakan, kecocokan teori, serta kejelasan dan kelengkapan argumen. Mereka juga akan memeriksa apakah artikel tersebut memiliki struktur yang baik dan mudah dipahami, serta apakah sumber referensinya relevan dan cukup.
Rekomendasi Reviewer
Setelah melakukan evaluasi mendalam, reviewer memberikan rekomendasi apakah naskah tersebut layak untuk diterbitkan, membutuhkan revisi, atau ditolak. Berdasarkan laporan ini, editor akan membuat keputusan akhir mengenai naskah tersebut.
3. Keputusan Editorial (Editorial Decision)
Setelah naskah melalui proses review, editor bertanggung jawab untuk membuat keputusan akhir mengenai penerimaan atau penolakan artikel tersebut. Keputusan ini diambil berdasarkan beberapa faktor, termasuk:
Laporan Reviewer
Editor akan mempertimbangkan masukan dan rekomendasi yang diberikan oleh reviewer mengenai kualitas dan kelayakan artikel. Jika mayoritas reviewer merekomendasikan revisi besar atau penolakan, artikel kemungkinan besar tidak akan diterima.
Konsultasi dengan Dewan Editorial
Editor dapat berkonsultasi dengan anggota Dewan Editorial untuk memastikan keputusan yang diambil adalah yang terbaik dan sesuai dengan standar kualitas jurnal. Dewan Editorial biasanya terdiri dari ahli yang memiliki pengalaman dalam bidang terkait dan memberikan pandangan objektif.
4. Keputusan yang diambil oleh editor bisa berupa:
Diterima (Accepted): Artikel memenuhi semua kriteria dan kualitas yang dibutuhkan untuk diterbitkan
Diterima dengan Revisi Minor: Artikel diterima, namun memerlukan beberapa perubahan kecil untuk memperbaiki kualitas atau kejelasan.
Diterima dengan Revisi Mayor: Artikel perlu revisi signifikan sebelum dapat diterbitkan. Reviewer atau editor mungkin meminta penulis untuk memperbaiki metodologi, analisis, atau argumen.
Ditolak (Rejected): Artikel tidak memenuhi standar kualitas jurnal, baik dari segi orisinalitas, relevansi, atau kedalaman ilmiah.
Keputusan akhir disampaikan kepada penulis bersama dengan komentar dan saran dari reviewer, agar penulis bisa melakukan revisi sesuai dengan arahan yang diberikan. Proses ini membantu menjaga kualitas dan integritas jurnal, serta memastikan bahwa hanya artikel yang memenuhi standar akademik yang tinggi yang diterima untuk dipublikasikan.


