Penegakan Hukum Terhadap Perdagangan Telur Penyu

  • Apridyanita Pratiwi Tarigan Universitas Mulawarman
  • La Syarifuddin Universitas Mulawarman
  • Agustina Wati Universitas Mulawarman

Abstract

ABSTRACT

This study discusses a law enforcement against the trade of sea turtle eggs in Samarinda. Sea turtles emerge as part of endemic animals in Indonesia in which their existence is almost extinct based on the Government Regulation, Number 7 Year 1999. This study employed a socio-legal (socio-legal research/law in contex) approach, namely a case study on empirical legal research in the form of community legal behavior. The existence of the trade of sea turtle eggs in Samarinda can still be encountered in the area located on Jl. Pangeran Antasari. The results of this study indicated that the legal protection on the sea turtle population, due to the rampant trade of sea turtle eggs in Samarinda, was not completely carried out. It is shown by the fact that the turtle egg trade in Samarinda still exists. Additionally, the law enforcement against the perpetrators of the turtle egg trade is not optimally implemented in which it is proven by the fact that the court merely imposes a light sanction and does not perceive ecological aspects.

 

Keywords: Enforcement, Protection, Trade, Sea Turtle Eggs

ABSTRAK

Penelitian ini membahas mengenai penegakan hukum terhadap perdagangan telur penyu di kota samarinda. Penyu adalah salah satu jenis hewan endemik yang dimiliki oleh Indonesia yang terancam kepunahannya berdasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999. Pada penelitian ini, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan secara socio-legal (socio-legal research/law in contex), yaitu studi kasus hukum empiris berupa prilaku hukum masyarakat. Keberadaan perdagangan telur penyu di kota Samarinda sendiri masih dapat di temukan di sekitar daerah Jl. Pangeran Antasari. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlindungan hukum terhadap populasi penyu atas maraknya perdagangan telur penyu di Kota Samarinda belum optimal, dikarenakan masih adanya perdagangan telur penyu di Kota Samarinda dan penegakan hukum terhadap pelaku perdagangan telur penyu di kota Samarinda masih belum terlaksana dengan maksimal, melihat dari masih ringannya sanksi yang diberikan oleh pengadilan serta belum memikirkan aspek ekologi.

 

Kata Kunci: Penegakan, Perlindungan, Perdagangan, Telur Penyu

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2020-12-31