Pluralisme Hukum dan Keadilan : Studi Konflik Kepentingan Nasional dan Pemenuhan Hak Masyarakat Adat
DOI:
https://doi.org/10.30872/risalah.v21.i2.1752Keywords:
National Interest , Indigenous Peoples Rights, Justice, Legal PluralismAbstract
Kepentingan nasional menjadi suatu dalih atas kepentingan umum untuk mayoritas. Sedangkan keadilan beridir pada sisi mayoritas dan minoritas. Seringkali kepentingan nasional menjadi isu skeptis bagi masyarakat adat atas hak-hak mereka yang selalu dikesampingkan dengan alasan kepentingan nasional. Tindakan semacam itu dikemudian hari akan menjadi warisan buruk bagi pengakuan atas eksistensi masyarakat adat. Sebagai negara Pluralisme hukum, tentunya membutuhkan keadilan dalam pelaksanaan kepentingan nasional dengan tidak mengesampingkan hak masyarakat adat. Sehingga kajian ini merumuskan dua rumusan masalah diantaranya Bagaimana interaksi antara kepentingan nasional dan hak masyarakat adat dalam konteks pluralisme hukum dan Bagaimana pengaturan ideal untuk menjembatani konflik kepentingan nasional atas pemenuhan hak masyarakat adat berdasarkan Teori Keadilan. Metode kajian penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Hasil kajian menyatakan bahwa pemerintah selalu melanggar hak masyarakat adat yang didasari atas substansi dan dalam konteks yuridis peraturan perundang-undangan negara.
References
Aini, Qurrota, Rahma Ramadhani, Anita Kamilah, Aji Mulyana, and Yuyun Yulianah, ‘Harmonisasi Hukum Negara Dan Norma Adat : Analisis Sosiologis Atas Penyelesaian Sengketa Tanah Adat Di Indonesia’, Journal Of Contemporary Law Studies, 2.3 (2025), 209–22 <https://doi.org/https://doi.org/10.47134/lawstudies.v2i3.3363>
Bayo, Relexi, Andy Wijaya Usmina, and Fikri Hadi, ‘Pengakuan Masyarakat Adat Dalam Peraturan Perundang-Undangan Di Indonesia’, Jurnal Ilmu Hukum Wijaya Putra, 1945.1 (2023), 1–11 <https://doi.org/https://doi.org/10.38156/jihwp.v1i1.87>
Christian, Angga, Ainun Nabilah, and Sulthoni Ajie, ‘Teori Keadilan Menurut Jhon Rawls’, QUANTUM JURIS : Jurnal Hukum Modern, 7.1 (2025), 598–611 <https://journalpedia.com/1/index.php/jhm/article/view/4017>
Fattah, Damanhuri, ‘Teori Keadlian Menurut John Rawls’, Journal Tapis : Journal Teropong Aspirasi Politik Islam, 9.2 (2013), 1–16 <https://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/TAPIs/article/view/1589>
Hilmy, Muhammad Irfan, ‘Prospek Tanah Adat Dalam Pembangunan Nasional’, Waskita : Jurnal Pendidikan Nilai Dan Pembangunan Karakter, 4.1 (2020), 41–57 <https://doi.org/https://doi.org/10.21776/ub.waskita.2020.004.01.4>
Holys, Lumira Abdiel, and Nyoman I Bagiastra, ‘Kajian Filsafat Hukum Terhadap Hakekat Rasa Keadilan Masyarakat Adat Bali Dalam Sistem Hukum Nasional’, Jurmal Komunikasi Hukum, 10.1 (2024), 37–46 <https://doi.org/https://doi.org/10.23887/jkh.v10i1.75952>
Julranda, Rizky, Michael Siagian, and Michael Zalukhu, ‘PEMBANGUNAN HUKUM NASIONAL DALAM RANCANGAN UNDANG-UNDANG MASYARAKAT HUKUM ADAT’, Jurnal Crepido, 04.2 (2022), 171–83 <https://doi.org/https://doi.org/10.14710/crepido.4.2.171-183>
Krismantoro, Damianus, ‘Pengakuan Hak Masyarakat Adat Atas Tanah Ulayat : Analisis Hubungan Antara Hukum Nasional Dan Hukum Adata’, AKSELERASI : Jurnal Ilmiah Nasional, 4.2 (2022), 22–32 <https://doi.org/https://doi.org/10.54783/jin.v4i2>
Kristiani, Verlia, ‘Hukum Yang Berkeadilan Bagi Hak Ulayat Masyarakat Hukum Adat (Kajian Dan Impelementasi)’, ADIL : Jurnal Hukum, 11.1 (2020), 143–62 <https://doi.org/https://doi.org/10.33476/ajl.v11i1.1449>
Lestari, Putri, ‘Pengadaan Tanah Untuk Pembangunan Demi Kepentingan Umum Di Indonesia Berdasarkan Pancasila’, SIGn Jurnal Hukum, 1.2 (2020), 71–86 <https://doi.org/https://doi.org/10.37276/sjh.v1i2.54>
Lubis, Ikhsan, Taufik Siregar, Duma Indah, Rodiatun Adawiyah, and Andi Hakim Lubis, ‘Integrasi Hukum Adat Dalam Sistem Hukum Agraria Nasional : Tantangan Dan Solusi Dalam Pengakuan Hak Ulayat’, Tunas Agraria, 8.2 (2025), 143–58 <https://doi.org/https://doi.org/10.31292/jta.v8i2.401>
Majelis Permusyawaratan Rakyat, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (Indonesia, 1945) <https://peraturan.bpk.go.id/Details/101646/uud-no-->
Mandala Satria, Opan, ‘Eksistensi Pengakuan Hak Masyarakat Hukum Adat Sasak Atas Tanah Di Kabupaten Lombok Utara’, Jurnal Hukum Lex Generalis, 2.9 (2021), 856–69 <https://doi.org/https://doi.org/10.56370/jhlg.v2i9.132>
Muhdar Zulkifli, Muh, and Jasmaniar, ‘Indonesia Journal of Criminal Law’, Indonesia Journal Of Criminal Law, 3.2 (2021), 119–34 <https://doi.org/https://doi.org/10.31960/ijocl.v3i2>
Nabiila Azzahra, ‘Masyarakat Adat Menolak Proyek Food Estate Di Merauke’, Tempo.Co (Jakarta, 2024) <https://www.tempo.co/ekonomi/masyarakat-adat-menolak-proyek-food-estate-di-merauke-1176122>
Pradhani, Sartika Intaning, ‘Pendekatan Pluralisme Hukum Dalam Studi Hukum Adat : Interaksi Hukum Adat Dengan Hukum Nasional Dan Internasional’, Undang : Jurnal Hukum, 4.1 (2021), 81–124 <https://doi.org/10.22437/ujh.4.1.81-124>
Presiden Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum, 2012 <https://peraturan.bpk.go.id/Details/39012>
———, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1961 Tentang Pencabutan Hak-Hak Tanah Dan Benda-Benda Yang Ada Diatasnya (Indonesia, 1961), pp. 1–12 <https://peraturan.bpk.go.id/Details/51250/uu-no-20-tahun-1961>
———, Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, 2009 <https://peraturan.bpk.go.id/Details/38771/uu-no-32-tahun-2009>
———, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Provinsi Papua (Indonesia, 2001) <https://peraturan.bpk.go.id/Details/44901/uu-no-21-tahun-2001>
———, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (Indonesia, 1960), p. 33 <https://peraturan.bpk.go.id/Details/51310/uu-no-5-tahun-1960>
Pudjilianto, Belinda, and Emy Handayani, ‘Penerapan Pluralisme Hukum Dalam Masyarakat’, Diponegoro Law Journal, 11.2 (2022), 1–8 <https://doi.org/https://doi.org/10.14710/dlj.2022.34957>
Rasyad, Pasha Athallah, Muhammad Gading, Daniel Tambunan, Airiique Bintang, and Faiz Raudhin Zulfikar, ‘Diskriminasi Dalam Pembangunan Eco City Terhadap Masyarakat Pulau Rempang’, Socius : Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 2.3 (2024), 62–71 <https://doi.org/https://doi.org/10.5281/zenodo.13917404 Diskriminasi>
Sahibu, Nurmasita, Labatjo Ridwan, Nasrun Hipan, and Nirwan Nur Moh, ‘Pencabutan Dan Pembebasan Hak Atas Tanah: Prosedur Dan Implikasinya’, Jurnal Yustisiabel, 7.2 (2023), 284–306 <https://doi.org/https://doi.org/10.32529/yustisiabel.v7i2.2870>
Salam, Safrin, Rizki Mustika Suhartono, Edy Nurcahyo, and La Ode Karim Muhammadi, ‘Pengakuan Hak Atas Tanah Ulayat Masyarakat Hukum Adat Di Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja: Perspektif Teori Hukum Kritis’, Jurnal Interpretasi Hukum, 4.3 (2023), 721–32 <https://doi.org/https://doi.org/10.55637/juinhum.5.1.7166.721-732>
Shebubakar, Arina Novizas, and Marie Remfan Raniah, ‘Hukum Tanah Adat/Ulayat’, Jurnal Magister Ilmu Hukum, IV.1 (2019), 14–22 <https://doi.org/http://dx.doi.org/10.36722/jmih.v4i1.758>
Situmorang Boris, Frans Samuel, Ria Siregar Juliana, Febrina Sovia Simamora Tamaulina, and Meli Gulton Hertati, ‘Teori Keadilan Sebagai Fairness Karya John Rawls Dikaitkan Dengan Bank Tanah Di Indonesia’, INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, 3.2 (2023), 1–13 <https://doi.org/https://doi.org/10.31004/innovative.v3i2>
Sunaryo, Sidik, ‘Ambiguitas Isu Hukum Dan Keadilan’, Jurnal Konstitusi, 2.1 (2009), 22–36 <https://www.mkri.id/public/content/infoumum/ejurnal/pdf/ejurnal_Jurnal Konstitusi FH UMM Vol 2 no 1.pdf#page=22>
Tjiumena Farenheard, Brian, Fonnyke Pongkorung, and Meiske Sondakh, ‘Tinjauan Yuridis Terhadap Pelaksanaan Pencabutan Hak Atas Tanah’, Lex Administratum, 10.1 (2022), 47–56 <https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/administratum/article/view/38299>
Triyudiana, Andra, and Siti Nurhayati, ‘Penerapan Prinsip Keadilan Sebagai Fairness Menurut John Rawls Di Indonesia Sebagai’, Das Sollen : Jurnal Kajian Kontemporer Hukum Dan Masyarakat, 2.1 (2024), 1–13 <https://doi.org/10.11111/dassollen.xxxxxxx>
Umar Mardhatillah Rizky, Ahmad, ‘The National Interest in International Relations Theory’, Indonesian Journal of International Studies (IJIS), 1.2 (2014), 185–90 <https://doi.org/https://doi.org/10.22146/globalsouth.28841>
Verawati, Raras, Wimbi Vania, Riezqa Salshadilla, and Sholahuddin Al-fatih, ‘Kewenangan Dan Peran Peraturan Daerah Dalam Menyelesaikan Sengketa Agraria’, EKSPOSE : Jurnal Penelitian Hukum Dan Pendidikan, 19.2 (2020), 1109–21 <https://doi.org/https://doi.org/10.30863/ekspose.v19i2.1146>
Veronika, Tesya, and Atik Winanti, ‘Keberadaan Hak Atas Tanah Ulayat Masyarakat Hukum Adat Ditinjau Dari Konsep Hak Menguasai Oleh Negara’, Humani (Hukum Dan Masyarakat Madani), 11.2 (2021), 305–17 <https://doi.org/https://doi.org/10.26623/humani.v11i2.4397>
Wahyudhi, Syukron, and Faza Achsan Baihaqi, ‘Kontekstualisasi Teori Keadilan John Rawls Pada Konstelas Kemasyarakat Di Indonesia’, Al-Mada : Jurnal Agama, Sosial Dan Budaya, 6.2 (2023), 158–69 <https://doi.org/https://doi.org/10.31538/almada.v6i2.3393>
Yohanes, Saryono, ‘Dampak Ketidakharmonisan Pengaturan Kekuasaan Dan Kewenangan Lembaga Pemeriksa Keuangan Negara Dan Daerah Dalam Menetapkan Dan Menilai Kerugian Negara’, Jurnal Proyuris, 2.2 (2020), 211–29 <https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/JP/article/view/3527>
Yuliyani Putri, Allya, ‘Peran Hukum Adat Dan Perlindungan Hukum Adat Di Indonesia’, Jurnal Hukum Dan HAM Wara Sains, 02.09 (2023), 860–65 <https://doi.org/https://doi.org/10.58812/jhhws.v2i09.648>
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 M Iqbal Ramadhan Silehu, Sidik Sunaryo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
.png)




